Ketakpedulian Itu Menyakitkan ; Catatan Relawan Dari Masamba Luwu Utara

Terkadang sy bertanya pada diri sendiri, kenapa ada orang mau melakukan hal “sebodoh” ini?

Ngapain mau mengurusi 98 KK warga yg kampungnya di kepung air sehingga mereka terisolir?

Mengapa peduli? Kan ada negara yg mestinya mengurusi mereka? Kan ada Presiden, gubernur, bupati, BNPB, Tagana, Dinsos, PU, dan lain-lain yg mestinya memberi mereka seliter beras setiap hari?

Gila.. Pulanglah saja.. Tinggalkan mereka.. Itu bukan urusanmu.. Itu urusan negara, atau minimal Biarkan mereka cari selamat sendiri-sendiri.. Gak perlu pedulikan saat mereka kedinginan, saat mereka lapar, saat mereka siang malam khawatir akan keselamatan mereka dan keluarga-keluarga mereka.

Hei… Itu bukan urusan kita kan.. Biarkan saja..
Maka aku pulang, kami pulang, kita pulang..

Tapi apa yg di rasakan setiba di rumah.. Ketak pedulian sebabkan kita sulit tidur, sulit makan, gelisah tak berkesudahan.. Seolah terbayang, kitalah yg ada di posisi mereka.. Dingin, lapar, khawatir, takut..

Pernah sy bertanya “bu, kenapa tidak meninggalkan kampung Labou dan Durian Bela, apalagi di saat begini?”.

Di jawab “Kami mau pak.. Tp kami tidak tau mau kemana.. kami bertahan karena terpaksa”.

Ahhh…

Mari lanjutkan saudaraku.. Meski kita bukan orang yg berlebih dr sisi harta.. Tapi syukuri apa yg ada dgn terus bergerak dan berbagi..

Lakukan saja meski tak tau apa alasannya, karena yg fitrah bagi manusia itu tak harus pake alasan.. Ia tertanam di sanubari terdalam.. Di sini, di hati..

Jangan peduli dengan kata bodoh dari siapapun atau bahkan oleh diri sendiri.. Karena setidaknya kita tak bermasa bodoh..

Semangat malam, selamat berjuang.. Jangan lupa pake kelambu karena banyak nyamuk di perkampungan yg sedang di kelilingi air banjir yg entah kapan akan surut !!!

Catatan perjalanan Rabu, 03/09/2020 di Malangke Barat.

#NRD
#PoskoIndukBaliaseMasamba
#ParaRelawanIndonesia
#KampungBerkahMasamba

Comments
Loading...