Relawan Berjalan Kaki PP 14 KM Untuk Menyalurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Bandang Terisolir

Korban terbanyak pada banjir bandang Luwu Utara adalah di wilayah Masamba Kota, Radda, dan Lara. Ribuan rumah terendam lumpur, ratusan warga hilang terbawa banjir. Masamba kota dan Radda berada di jalur transportasi Propinsi menuju Sorowako, Luwu Timur Sulawesi Tengah, dll. Kedua wilayah ini mampu di jangkau kendaraan roda 4 meski antrian panjang di setiap titik lokasi menyebabkan kemacetan hingga beberapa kilometer.

Namun ada beberapa desa yang juga menjadi korban banjir bandang ini. Meski kerugian materil tidak sebanding kedua wilayah tersebut, namun lokasi mereka terisolir disebabkan putusnya Jalur Transportasi, listrik dan Komunikasi. Desa Maepi kec. masamba dan Lara diantaranya.

Maepi terletak di daerah pegunungan hulu sungai sumber banjir bandang ini. Terdapat sekitar 300 KK terisolir. Jembatan yang menjadi akses menuju lokasi ini terputus. Akses menuju lokasi ini ditempuh dengan Jalan kaki, melalui tebing curam sejauh 7 km. Beberapa rumah hanyut terbawa air, manyarakat mengungsi ke Lapangan di Ketinggian, dan kekurangan Bahan Pokok. Bantuan yang paling dibutuhkan adalah beras dan ikan kering.

Mama Eva, salah satu korban terdampak menyatakan bahwa masyarakat disana bisa mengambil pakaian di rumah-rumah mereka untuk dibawa ke Posko Pengungsi, namun kebutuhan dapur dan bayi sulit mereka dapatkan. Ia mengharapkan, jika ada donasi, bisa lebih diutamakan kebutuhan Logistik makanan dan obat-obatan.

Begitupun daerah Lara’ yang berada di hilir sungai, perjalanan ditempuh dengan roda 4 kemudian menggunakan Jolloro menyeberang sungai. Medan ini menyulitkan distribusi Bantuan. Butuh tenaga super ekstra keras. Dan lagi-lagi yang dibutuhkan adalah Logistik makanan dan obat-obatan.

Sejumlah relawan gabungan dari Pangkep, Makassar, Palu, Morowali, Palopo, Barru yang tergabung dalam Para Relawan Indonesia (PRI) yang mendirikan beberapa posko dan berpusat di Baliase mengunjungi 3 Wilayah terisolir yaitu Maipi, Lara’ 1 dan Meli. Mendisribusikan bantuan berdasarkan assesment yang diperoleh sehari setelah kejadian banjir.

Distribusi ini melibatkan banyak relawan, membangun Dapur umum, dan sebagian
Para Relawan Indonesia sementara membuat WC umum dan 5 lokasi Pengambilan Air Bersih pada Lokasi pengungsian Meli.

Lala, salah seorang koordinator PRI menyatakan, dibutuhkan kerjasama dan berbagi peran agar masyarakat yang terdampak bisa tersentuh. Dan memohon masyarakat di luar wilayah terdampak agar lebih selektif dalam berbagi info, menghindari penyebaran info Hoax terkait banjir bandang di Masamba, dan berpesan kepada Masyarakat Masamba agar menjaga kelestarian hutan.(ary)

Comments
Loading...