RSDC Makassar, Oase di Tengah Carut Marutnya Pengelolaan Pandemi Covid-19

RSDC Makassar, Oase di Tengah Carut Marutnya Pengelolaan Pandemi Covid-19

Sejak di cetuskan oleh Dr. Hisbullah Amin, SpAn.KIC.KAKV bersama tim Satgas Relawan Covid-19 Makassar pada bulan maret 2020, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Makassar yang mengambil tempat di Rumah Sakit Umum Sayang Bunda Makassar telah memberikan layanan Screening Pra Hospital Gratis kepada 1.200 lebih pasien ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kota Makassar.

Tak hanya melakukan pemeriksaan Pra Hospital Covid-19, RSDC Makassar juga telah melakukan layanan Rapid Test Massal kepada 700 orang secara gratis dan 1.000 orang lebih karyawan Kalla Grup di 3 tempat, Masing-masing Kalla Tower, Nipah Mall dan Mall Ratu Indah Makassar.

Tak hanya itu, sejak Awal Juni 2020, RSDC Makassar kembali membuka layanan baru yaitu program Kawasan Pusat Karantina Terpadu Covid-19 di Rumah Sakit Umum Wisata UIT Makassar. Layanan ini pula di Gratiskan kepada warga masyarakat yang di nyatakan positif Covid-19.

Dengan adanya layanan gratis RSDC Makassar berupa Screening Pra Hospital di RSU Sayang Bunda dan layanan karantina di RS Wisata UIT, memberi pesan kepada semua bahwa bila bangsa ini mau, maka penanganan Covid-19 bisa di tangani maksimal dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Dan inilah istimewanya RSDC Makassar karena dalam operasional dan penganggarannya melibatkan relawan dan masyarakat umum. Operasional sehari-hari seluruhnya di gerakkan oleh Para Relawan gabungan dari berbagai komunitas maupun relawan perorangan. Sementara anggaran biaya seluruhnya adalah donasi dari masyarakat umum.

Bisa di katakan RSDC Makassar adalah oase di tengah kemarau carut-marutnya pengelolaan pandemi Covid-19. Ya, hari-hari ini pandemi Covid di kelola dengan komando yang tumpang tindih, kebijakan yang tidak konfrehensif, informasi yang tidak singkron, pembiayaan yang tidak jelas, dan lainnya. Saat pusat menganggarkan anggaran begitu besar tapi di daerah mengeluh kekurangan anggaran, bahkan Nakes harus mengiba untuk sekedar mendapatkan APD, bahkan bayak pula Nakes yang harus membeli sendiri APDnya. Dan banyak problem lainnya.

Semoga kedepan, pengelolaan pandemi Covid-19 bisa lebih baik lagi.

Mohon do’anya semoga RSDC Makassar bisa berkontribusi lebih maksimal lagi di masa pademi Covid-19 ini.

Comments
Loading...