TULUSLAH UNTUK PAPUA!

Tidak banyak yang kami Para Relawan Indonesia bisa lakukan di Wamena.

Tragendi Wamena | Suasana yang begitu mencekam pada tanggal 23 September 2019 di Wamena Papua. Puluhan orang mati di bunuh secara sadis, ratusan rumah dan kendaraan di bakar.

Ribuan warga sudah eksodus meninggalkan Wamena, sebagian lagi masih bertahan. Suasana perlahan mulai kondusif meski isu liar masih berseliweran.

Akibat angkara murka dan kebiadaban oleh sekelompok orang di Wamena. kini, menyisakan puing perkantoran, toko, rumah, kendaraan mobil motor, dan berbagai harta benda lainnya yg di bakar dan di rusak.

Yang lebih parah tentu saja adalah rasa trauma yg mendalam dari para warga pendatang maupun warga OAP yg menjadi korban. Rasa traumatik itu akan tersimpan di memori mereka bertahun-tahun dan sewaktu-waktu akan hadir kembali di sertai keringat dingin dan rasa ketakutan serta kegelisahan.

Pun ribuan korban yg telah kehilangan harta benda harus kembali ke titik nol penghidupan nya. Baik ribuan mereka yg eksodus maupun yg bertahan.

Simpulannya adalah tak banyak yg bisa di lakukan oleh kami Para Relawan di Wamena. Justru peran pemerintah lah yg sangat di butuhkan.. Penegakan hukum dan terciptanya kamtibmas harus segera di tegakkan oleh pemerintah. Para pelaku harus segera di tangkap, di tindak, di hukum dan di tumpas.

Ya, mereka butuh rasa aman yg bersifat jangka panjang. Rasa aman kepada seluruh warga negara Indonesia di Papua, baik warga pendatang maupun warga OAP (Orang Asli Papua)..

Dr. Hisbullah Amin, SpAn.KIC.KAKV Relawan Medis – Ketua Dewan Pembina Para Relawan Indonesia saat berada di Wamena 30/09/2019.

Peristiwa ini tak boleh lagi terulang di tanah Papua, jangan sampai merembes ke daerah lainnya seperti isu-isu yg ada yg menyebar dan menjadikan rasa takut menghantui warga di seantero Papua.

Pemerintah harus mengambil langkah preventif yg bersifat pencegahan. Maksimalkan seluruh potensi yg ada, baik intelijen, TNI, dan kepolisian. Bangun komunikasi dan dialog dgn seluruh pihak. Pemerintah lokal, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pihak geraja, tokoh agama, dan seluruh elemennya lainnya.

Pembangunan di Papua harus terus berlanjut dgn catatan pembangunan efektif yg di lakukan tepat sasaran. Bukan hanya membangun infrastruktur dan mengeruk sumber daya alam papua tp juga membangun Sumber Daya Manusia Papua.

Menyelesaikan masalah Papua haruslah dgn cara yg adil dan jujur serta bijaksana. Semua pihak harus melepaskan “topeng”nya masing-masing. Kepentingan pribadi dan kelompok harus di jauhkan. Kepentingan uang dan eksplotasi sumber daya alam harus di hindari. Kepentingan bisnis pejabat negara, DPR, Cukong, maupun pejabat daerah, harus di minimalisir.

Kesan Indonesia menjajah Papua harus di hilangkan. Pun juga kesan OAP di jajah oleh kaumnya sendiri dalam hal ini pejabat daerah yg korup dan hidup ber mewah-mewah juga harus di hilangkan. Caranya bersih-bersih Papua.

Stigmatisasi orang Papua Pantai/Pesisir dan orang Papua Gunung juga harus di hilangkan dgn cara percepatan pemerataan pembangunan antara daerah pesisir dan pegunungan. Org Papua gunung juga harus menikmati kemajuan pembangunan yg sama dgn saudara mereka Papua Pantai.

Dan kepada semua warga negara tanpa terkecuali, mari junjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Perbedaan ras bukanlah takdir yg menjadikan kita harus terpecah belah. Kita semua sama, sama-sama sebagai manusia dan warga negara.

Salinglah kita bertoleransi, hormat menghormati, harga menghargai, berkasih sayang, saling tolong menolong, saling berbagi, dalam satu kesatuan sebagai Ummat manusia maupun sebagai sesama warga negara.

Pendistribusian bantuan Para Relawan Indonesia untuk korban tragedi kemanusian Wamena di lokasi pengungsian Sentani Jayapura.

Saudaraku OAP di manapun anda berada, kita adalah saudara. Kami faham berpuluh tahun kalian di perlakukan tidak adil. Darah, airmata, duka, ketakutan, penghinaan, dan berbagai kejadian buruk lainnya pernah menimpa kalian. Dan kami pun faham semua itu menyebabkan rasa traumatik yg mendalam.

Kedepan, mari kita rangkai persaudaraan ini sebagai sesama anak bangsa. Persaudaraan yg tulus dan ikhlas.

Catatan pagi di bukit Poi Popa Kampung Berkah Pasigala. 1 Oktober 2019 06.00 WITA

Nur Rajadaeng
Pendiri Para Relawan Indonesia.

Comments
Loading...