7 Point Tuntutan Warga Korban Likuifaksi Balaroa Palu Kepada Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kota Palu

Suasana shalat Idul Fitri di Camp Pengungsian Balaroa Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah

Tuntutan warga Balaroa ini sangat membuat hati sedih. Namun point-point yang mereka minta adalah hal yg benar dan wajar.

Surat tuntutan warga seperti ini bisa terjadi dimanapun di negeri ini yang sedang di timpa becana kemanusiaan.

Jangan hanya surga telinga terus yg di berikan kepada mereka, harus di berikan KETEGASAN kepada pemerintah pusat, provinsi Sulawesi tengah dan Pemkot palu. Berikut ini petikan Surat Tuntutan Forum Warga Korban Likuifaksi Balaroa.

Suasana Camp Pengungsian Korban Likuifaksi di Pasigala Sulawesi Tengah.

SURAT TUNTUTAN (SURTUT)
WARGA KORBAN GEMPA BUMI DAN LIKUIFAKSI KELURAHAN BALAROA.

1. Manusiakan kami sebagai korban yang saat ini masih tinggal di tenda dan shalter-shalter pengungsi yang tidak layak huni di lokasi Sport Center Kelurahan Balaroa. Termasuk yang kontrak dan kost serta numpang dirumah famili. Intinya berikan kepastian hidup dan penghidupan yang layak sesuai UUD Pasal 27 Ayat 2 bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

2. Mendesak Kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota Palu, untuk segera menyalurkan Dana Jaminan Hidup ( Jadup) kepada sekira 12 ribu warga korban Balaroa.

3. Percepat pembangunan Hunian Tetap ( Huntap) kepada korban.

4. Segera realisasikan Dana Santunan Duka dan Dana Stimulan yang belum seluruhnya di terima ahli waris dan para korban.

5. Perjelas Status Lahan/ Lokasi Tanah kami yang terdampak Gempa Bumi dan Likuifaksi Balaroa.

6. Transparansi dana bantuan melalui Pemerintah Provinsi Sulteng dan Kota Palu baik dari Dalam Negeri maupun Luar Negeri.

7. Bersihkan dan amankan lokasi lahan kami yang terdampak likuifaksi dari aksi-aksi penjarahan, sebab dilokasi itu, masih banyak jasad keluarga kami yang belum sempat di evakuasi.

Jika SURTUT kami ini tidak segera direalisasikan serta diberikan kepastian maka :

Pertama : Kami akan membangun camp-camp pengusian di Depan Kantor Walikota Palu dan Gubernur Sulteng.

Kedua : Kami akan kembali membangun pemukiman dilokasi yang terdampak likuifaksi atau masuk zona merah.

Ketiga : Kami bertekad dan komitmen tidak akan menggunakan hak pilih baik dalam Pemilihan Gubernur maupun Pemilihan Walikota pada Tahun 2020 mendatang. Sebab tidak guna pilih pemimpin jika tidal memiliki seance of crisis atau kepekaan terhadap warganya.

FORUM KORBAN GEMPA BUMI DAN LIKUIFAKSI KELURAHAN BALAROA.

** Netizen Report Ibu Amalia Muliani (penggiat kemanusiaan di Sigi SulTeng)

Comments
Loading...